Antisipasi Kredit Macet, LPDB Gandeng Perusahaan Penjaminan Kredit

Jumat, 01 Juli 2016 | 17:01
Share this post :

indopos.co.id - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) menggandeng lembaga penjamin kredit untuk meminimalisir risiko kredit macet. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LPDB dengan PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, PT Jamkrida Sumatera Barat dan PT Jamkrida Nusa Tenggara Timur dilaksanakan di Jakarta, Kamis (12/5). Turut hadir Dirut LPDB Kemas Danial, Dirut PT Penjaminan Jamkrindo Syariah Kadar Wisnuwarman, Dirut PT Jamkrida Sumbar Munandar Kasim dan Dirut PT Jamkrida NTT I Franky Amalo.

"Kerja sama ini merupakan terobosan kami dalam rangka memitigasi risiko penyaluran dana bergulir," kata Direktur Utama LPDB, Kemas Danial. "Kami harus menerapkan prinsip kehati-hatian mengingat sumber dana bergulir merupakan APBN, sehingga harus dapat dikembalikan kembali kepada pemerintah untuk digulirkan kembali kepada KUMKM lainnya," Kemas menambahkan.

Oleh karena itulah pihaknya terus berupaya membangun sinergi dengan seluruh pihak terkait termasuk lembaga penjamin kredit dalam menjaga amanah tersebut.

"Lembaga penjamin sangat penting untuk kami untuk bekerja sama. Ada beberapa keuntungan kerena LPDB di dalam memberikan dana bergulir tidak sporadis, kami mempunyai aturan, antara lain mengacu pada ISO 9001 di dalam tata cara memberikan kredit tersebut. Jadi betul-betul sangat aman," kata Kemas.

Sebagai informasi bahwa LPDB telah menggulirkan dana kurang lebih Rp 7,2 triliun, dan dari jumlah tersebut terdapat Rp 1,3 triliun menggunakan pola syariah.

Ia menganggap perlu melakukan MoU dengan Jamkrindo syariah mengingat animo masyarakat di dalam meminta kredit pada LPDB dengan pola syariah sekarang ini cukup banyak. Makanya pihaknya sedang mengusulkan adanya satu direksi untuk menangani masalah syariah ini. Sedangkan untuk pola konvensional seperti dengan Jamkrida Sumbar dan Jamkrida NTT, kerja sama dilakukan untuk menindaklanjuti MoU sebelumnya.

Dirut PT Penjaminan Jamkrindo Syariah Kadar Wisnuwarman menilai ada sebuah kemajuan luar biasa yang dilakukan LPDB dalam hal memberikan porsi 20 persen untuk skema pembiayaan syariah. Bandingkan secara nasional bank syariah hanya memberikan porsi 5 persen.

"Ini membuat kami tidak salah pilih untuk kerja sama dengan LPDB. Kami sebagai lembaga penjamin siap berpartisipasi dalam rangka memberikan penjaminan pembiayaan yang berbasis syariah dari LPDB," kata Kadar.

Kesepakatan kerja sama Jamkrida Sumbar dengan LPDB sudah dilakukan sejak 2013. Hingga saat ini Jamkrida Sumbar sudah menjamin kredit hampir sebesar Rp 450 miliar dengan fokus pada sektor KUMK. Sumbar yang tidak dikenal sebagai daerah industri maka yang mampu menggerakan perekonomian daerah adalah UKM.

"Harapan beliau (Kemas) sejalan dengan harapan kami di sini bahwa kita akan fokus Koperasi dengan UKM. Jadi bukan berarti menengah ditinggal tidak, tapi fokus UKM dan ini sesuai dengan program Kemenkop untuk memajukan UKM," jelas Dirut Jamkrida Sumbar Munandar Kasim.

Sementara menurut, Dirut PT Jamkrida NTT I Franky Amalo penandatangan MoU dengan LPDB merupakan kesempatan yang sudah ditunggu sejak lama. Selama ini pihak dia lebih banyak bekerja sama dengan BPD dalam hal memberikan penjaminan kepada pelaku usaha. Terhitung sejak 2015 sudah sebanyak Rp 482 miliar dana penjaminan disebar dengan total nasabah sebanyak 5500 orang.

"Kami akan menggandeng seorang analis bank untuk meminimalisir kerugian atau kemungkinan NPL dari nasabah," ungkap dia. (*)

LPDB 300 x 250
Halo LPDB 1
Peraturan dan Perundangan LPDB
Solusi Pembiayaan UMKM LPDB
Halo LPDB 2