Dirjen Haji dan Umrah: Tidak Ada Pungutan Pengurusan Visa

Minggu, 27 November 2016 | 22:38
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
INDOPOS.CO.ID - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Abdul Djamil menegaskan, pemerintah melarang asosiasi melakukan pungutan biaya operasional pemvisaan umrah sebesar 15 dollar per visa kepada penyelenggara umrah.

“Siapapun yang memungut, kalau tidak ada dasar hukumnya, itu namanya pungutan liar. Itu harus dihentikan!,” tegas Abdul Djamil ketika ditanya soal dasar hukum asosiasi penyelenggara umrah dalam menetapkan biaya operasional pemvisaan melalui asosiasi sebesar 15 dollar per visa, Selasa siang, (08/11/2016).

Ia kembali menyampaikan, bahwa asosiasi tidak boleh menentukan secara sepihak, memungut tambahan seperti ini.

“Tolak saja. Itu tidak benar. Dasar hukumnya tidak ada,” tandas Abdul Djamil kembali.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) telah menerima surat edaran yang menyebutkan, bahwa proses pemvisaan akhir melalui asosiasi. Dan, disampaikan juga keempat asosiasi telah sepakat menetapkan biaya operasional proses pemvisaan itu sebesar 15 dollar per visa.

Apabila itu diterapkan, sejumlah pihak mengkhawatirkan, beban 15 dollar itu akan dibebankan kepada calon jemaah. Salah satu yang mempertanyakan adalah Sekjen Forum Betawi Bersatu, Rahmat.

“Inilah kekhawatiran kita. Dan, inilah yang ingin kita pertanyakan kepada pemerintah, dasar hukum asosiasi pungut biaya operasional 15 dollar per visa itu apa. Saya kira pemerintah harus tegas terhadap soal ini," tukasnya.

Dia mempertanyakan, apakah ada surat resmi dari Kedutaan Besar Saudi Arabia atau Kementerian Agama bahwa proses pemvisaan akhir umrah memang benar mesti melalui asosiasi penyelenggara umrah?

Rahmat juga mempertanyakan, apakah benar pemerintah juga menyetujui diterapkannya biaya operasional proses pemvisaan akhir sebesar 15 dollar per visa.

Kalau itu ada, ya, silahkan saja. Sampaikan saja kepada publik ada surat resminya. Kalau tidak ada, maka sebaiknya dihentikan. Jangan diteruskan. Apalagi sampai dipaksakan. "Sebab, yang rugi nanti kan jemaah juga,” kata Rahmat lagi. (adv/fer)
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%