Sepak Terjang Pianis Levi Gunardi yang Sudah Mendunia

Bawa Harum Nama Indonesia, Bakat Muncul Sejak Umur 6 Tahun

Jumat, 02 Desember 2016 | 00:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
FOKUS : Levi Gunardi saat memainkan sebagai Solis Twilite Ochestra memainkan Rachamaminov Piano Concert Nomer 2 di Across Generations concert 2015, Balai Sarbini, Jakarta. Foto : Levi Gunardi for INDOPOS

 



LEVI Gunardi adalah pianis yang membanggakan Indonesia. Pria kelahiran 20 Agustus 1976 itu sudah menjadikan musik dan piano bagian hidupnya. Bakatnya mulai bersinar ketika usia 6 tahun saat mulai belajar piano dan elekton dan kini sudah menjadi perhatian dunia karena karya-karyanya. Tawaran mengajar di luar negri terus berdatangan setelah melihat kepiawaiannya dalam memainkan musik ketika ia masih kuliah di Amerika Serikat, namun Levi memilih tanah air.



” Sebenarnya ketika saya kuliah, saya sudah menetapkan ingin berkarier di luar negeri. Namun ketika itu, setiap kali liburan musim panas, saya kembali ke Tanah Air dan selalu setiap tahun membuat resital piano di Jakarta. Jadi memang rasa mencintai Indonesia lebih besar dari yang lainnya, sehingga saya kembali,”ujar pria jebolan Bachelor dan Master of Music bidang Classical Piano Performance dari Manhattan School of Music, New York, Amerika Serikat yang diraih dengan beasiswa penuh.



Perjalanan musiknya ditandai dengan berbagai penampilan di panggung- panggung terhormat dan dengan mengikuti masterclass dengan pianis-pianis dunia.



Namun saat ini justru Levi yang memberi masterclass kepada sejumlah pianis muda Indonesia. Dari tahun ke tahun, pria yang banyak melahirkan karya indah itu termotivasi setelah melihat perkembangan dari jumlah penonton yang datang, dan anehnya kebanyakan adalah anak muda.



”Peminat musik klasik ternyata bertambah dan bertambah setiap tahun, hingga saya sempat bingung memilih berkarier di mana. Nah, dari situlah saya menetapkan diri akan terus mengembangkan piano,”ujarnya.



Lebih lanjut Levi mengatakan, ada beberapa faktor penting lainnya yang membuat dirinya terus berkarier, salah satunya yakni melihat para senior-seniornya, seperti Iravati Sudiarso dan Addie MS, dan beberapa nama lainnya yang terus menjadi pemantik semangat dalam berkarya.



”Mereka di mata saya adalah pejuang-pejuang yang hingga sekarang tak kenal lelah dalam memasyarakatkan musik klasik di Indonesia. Dari situlah saya berkeinginan untuk ikut memasyarakatkan musik klasik di Indonesia melalui konser-konser, resital-resital, masterclass, menjadi dosen musik. Karena, dengan cara inilah saya berharap Indonesia tidak ketinggalan dan bisa menjadi semakin maju di musik yang memang sudah diakui dunia sebagai seni yang bernilai tinggi,”beber pria yang pernah menjadi jawara National Yamaha Electone Festival hingga Outstanding Performance Award di International Yamaha Electone Festival 1992.



Kini penggemar Levi dan muridnya sudah membludak. Itu terbukti, jika Levi tampil memperlihatkan karyanya, seluruh lokasi penuh dengan para penggemarnya. Kini, pria kelahiran Jakarta itu juga sudah punya sekolah musik bertajuk Life On Piano Music Centre by Levi Gunardi. Sekolah hasil partner dengan rekan bisnisnya itu sudah berdiri selama 3 tahun di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD),Serpong Tangerang, Kedoya Jakarta Barat dan di Kemang Jakarta Selatan. Bukan itu saja, Levi juga dipercaya untuk masuk sebagai extrakulikuler Piano di 2 sekolah dasar yakni di Bina Nusantara International Serpong dan Lazuardi Islamic School.



Murid di sekolah musiknya itu kini sudah mencapai 300 siswa dan siswi, padahal baru saja berdiri selama 3 tahun. ”Namun saya sendiri berkomitmen untuk tidak mengajar secara langsung di sana, akan tetapi lebih kepada merancang, menjaga kualitas pengajaran tiap guru, serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada para guru,”katanya.



Levi juga sempat menjadi salah satu dosen piano di Universitas Pelita Harapan, Karawaci pada tahun 2002, dan salah satu pimpinan akademik di sekolah musik tertua dia Jakarta yakni Yayasan Pendidikan Musik, dan juga pernah menjadi pengajar di Yamaha Pusat Jakarta untuk bidang Piano Mastercourse. ”Namun saya mengundurkan diri dari seluruh institusi tersebut dan fokus pada Life On Piano Music Center, performing dan composing saat ini,”kata pria yang ramah tersebut. Levi patut berbangga, karena anak didiknya kini sudah banyak yang terjun fokus di dunia musik dan meneruskan kuliah musik diantaranya di Amerika, Belanda, Jerman, Austria, Australia dan Korea.



”Saya bersyukur jika punya murid dan fans setia. Apabila bertambah banyak, saya hanya bisa berharap semoga mereka tetap suka dengan permainan-pengajaran saya, terlebih di era sekarang terbantu dengan adanya Youtube, Facebook (Levi Gunardi),Twitter (@nuyokbro) dan Instagram (@levi_gunardi). Kami masih bisa terus berinteraksi dengan sosial media bersama penggemar dan murid saya,”ujarnya.



Kehebatan Levi juga sudah terdengar dunia. Yang paling hangat adalah lawatan resital solonya di Kazakhstan. Kedutaan Besar Indonesia di Kazakhstan sudah dua kali mengundang Levi untuk hadir atas permintaan masyarakat Kazahkstan. Levi hadir ke Kazakhstan pada tahun lalu di 2015 dan November di tahun 2016.



” Saya sangat bangga karena misi KBRI saat itu ingin membuktikan bahwa indonesia tidak kalah dengan negara-negara Eropa dan pecahan Soviet dalam bermusik (klasik), hampir seluruh penonton yang datang adalah warga lokal Kazakhstan. Yang membuat saya bangga adalah misi KBRI berhasil sekaligus mempromosikan Indonesia,”jelas pria yang murah senyum itu. Tahun lalu, Levi juga diundang melaksanakan hal yang sama bersama dengan Addie MS untuk meng-conduct orkestra mahasiswa-mahasiswa konservatori di Kazakhstan dan Levi bermain sebagai solis, memainkan 2 karya dan sukses memukau pengunjung. ” Bangga bisa berbuat sesuatu untuk bangsa,”katanya.(*)



Tentang Levi Gunardi

• Nama: Levi Gunardi • Lahir: Jakarta, 20 Agustus 1976 • Profesi: Pianis • Pendidikan: Formal: Kolese Kanisius Jakarta angkatan 95

- Bachelor dan Master of Music, Manhattan School of Music, New York, Amerika Serikat



• Karya terpopuler : - The Dancer •

Album:

- Pianist (2004),

- Imaginary World, 24 piano pieces for children (2014)

- Denting (2015)

- Semesta (2015) 24 piano 4 hands pieces



• Resital/ soloist / Performance (Internasional) Highlights :

Sydney Opera House Australia.

Esplanade Singapore Recital Hall.

Berlin Konzerhaus di Jerman.

MotoGP 2013 Opening Gala di Qatar Nanyang Academy of Fine Arts Singapore. Kyoto Kaikan Hall Jepang.

Steinway Hall New York, AS

Shabyt Hall di Kazakhstan

Old Slovak Theatre di Slovakia.


Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%