Kowani Desak Pemerintah soal Hukum Mati

Jumat, 23 Desember 2016 | 23:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
HENTIKAN KDRT: Rumah tangga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dapat dijadikan contoh. Foro wahyu sakti awam
INDOPOS.CO.ID-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyeru Kementerian Agama (Kemenag) mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pasalnya, Kemenag mempunyai peran sentral dengan melibatkan para tokoh agama. Strategi itu dinilai efektif menekan KDRT, termasuk kasus kawin siri sebagai pintu masuk legalisasi prostitusi. Menurut Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo menyebut perkawinan siri tidak dicatat secara formal, hingga saat ini masih abadi dan dipraktekkan sejumlah daerah. ”Kenyataan lapangan, banyak sebenarnya tidak memenuhi syarat sebuah proses kawin siri, ujung-ujungnya bergeser ke arah prostitusi. Itu kejahatan serius bagi kaum perempuan,” tutur Giwo Rubianto. Berdasar data Komnas Perempuan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan masih sangat tinggi. Di mana, kasus kekerasan seksual menduduki peringkat kedua dengan jumlah kasus mencapai 2.399 kasus. Sedang pencabulan mencapai 601 kasus dan pelecehan seksual sebanyak 166 kasus. Kowani juga menyayangkan aksi radikalisme dengan kedok agama menyasar kaum perempuan. Giwo Rubianto mencontohkan rencana bom bunuh diri Dian Yulia Novi dengan bom panci di Bekasi, menjadi sangat fenomenal. Rencana peledakan bom dengan aktor perempuan sebagai pelaku peledak bom bunuh diri merupakan modus baru. Karena dalam kasus-kasus sebelumnya, tidak pernah melibatkan perempuan. Terkait sejumlah problem itu, Kowani berharap ada peningkatan pemberdayaan perempuan. Kowani meminta Kemenag, Badan Penanggulangan Terorisme (BPT) dan tokoh agama, memaksimalkan peran untuk mencegah perempuan dan anak sebagai korban radikalisme. Kowani juga mendesak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi mengembangkan program pengabdian masyarakat menyasar kelompok masyarakat rentan nikah siri. Selanjutnya, Kowani meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan upaya sistemik melalui berbagai pola dan pendekatan untuk menaikkan derajat kesehatan bagi anak, perempuan dan bangsa Indonesia. Pemerintah juga diminta menfasilitasi dan memberikan akses seluas-luasnya untuk kaum perempuan. ”Kami berharap terjadi peningkatan kualitas perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial-politik sebagai pilar dasar untuk kemajuan Indonesia ramah perempuan dan anak,” harap Giwo. Kowani juga meminta legislatif ikut berperan memaksimalkan perlindungan perempuan. Terutama terkait kasus kejahatan seksual terhadap perempuan semakin marak. Di mana, hingga saat ini problem tersebut masih menjadi masalah serius. (Wsa)
Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%