Pemerintah Berhasil Tekan Gejolak Harga

Selasa, 06 Juni 2017 | 02:18
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah  melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta untuk terus mengawasi dan melakukan inpeksi mendadak (sidak) rutin ke pasar-pasar rujukan sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat. 

Harapan itu disampaikan pengamat ekonomi  Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menanggapi harga-harga sembako di bulan puasa dan menjelang Lebaran tahun ini.  

Hermanto menilai, sepanjang Ramadan ini pemerintah secara keseluruhan telah berhasil menekan gejolak harga kebutuhan pokok masyarakat. 

"Saya kira selama Ramadan ini harga-harga kebutuhan pokok jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu karena belum ada gejolak yang berarti," paparnya, Senin (5/6).

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga-harga beberapa komoditas strategis nasional sebagian telah mengalami penurunan. Harga cabai misalnya dari Rp 28.618 per kg pada Jumat (2/6) lalu menjadi Rp 26.841 per kg pada Senin (5/6). 

Sementara itu, harga daging ayam juga turun dari Rp 31.491 per kg menjadi Rp 30.812 per kg. Adapun, harga telur ayam dari sebelumnya Rp 23.002 per kg pada Jumat (2/6) menjadi Rp 22.882 per kg pada Senin (5/6).

Hermanto mendorong agar pemerintah terus konsisten dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok seiring Ramadan menyisakan sekitar 20 hari lagi.  Selain itu, Idul Fitri juga diharapkan bisa ditekan agar gejolak harga tidak terjadi. 

"Yang harus diwaspadai adalah beberapa hari lagi menuju Idul Fitri. Dan kenapa pasar-pasar rujukan harus terus diwaspadai seperti pasar Cipinang, Kramat Jati dan sebagainya, karena kalau di pasar itu harga pada naik, di daerah juga akan naik," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa berkoordinasi dengan pemda-pemda untuk bergerak menggelar operasi pasar agar harga-harga tetap stabil. Sebab, gejolak harga tidak hanya terjadi di pusat-pusat kota saja, melainkan kerap terjadi di daerah.

Secara terpisah, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia Teguh Dartanto mengatakan, pemerintah agar konsisten menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) untuk beberapa komoditas yang telah dilakukan sebelum Ramadan ini. 

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengontrol harga agar selama Ramadan tidak terjadi kenaikan pada komoditas bahan pokok masyarakat.

Dia mengingatkan pemerintah untuk komitmen dengan kebijakan yang dikeluarkannya. 

"Intinya kalau pemerintah menetapkan HET, maka pemerintah juga harus menjaga stok yang ada. Kalau kebijakan diterapkan, tetapi stoknya tidak ada ya tidak bakal berdampak. Ini terutama di daerah yang harus dikontrol karena mereka tidak begitu perhatikan," katanya. (naa/jpnn)
 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%